
Blurukidul — Perubahan wajah Jalan Blurukidul mulai terlihat. Jalan Blurukidul kini ditata dengan badan jalan beton, saluran air menggunakan U-Ditch, serta trotoar di sepanjang sisi selatan jalan.
Bagi pengguna jalan, perubahan ini tentu membawa suasana baru. Jalan menjadi lebih tertata dan saluran air yang sebelumnya terbuka kini ini telah ditutup dan ditata dengan U-Ditch.
Namun, ada satu hal yang ikut berubah dan dirasakan langsung oleh sebagian pedagang kaki lima (PKL).
Tempat berjualan yang selama ini digunakan di atas atau di sekitar saluran air kini sudah tidak tersedia lagi.
Dengan adanya U-Ditch dan trotoar, ruang tersebut bukan lagi tempat untuk berjualan.
PKL Perlu Tempat Baru
Selama ini, sejumlah pedagang mengandalkan ruang di pinggir jalan untuk membuka usaha. Ada yang berjualan makanan, minuman, maupun kebutuhan sehari-hari.
Setelah penataan jalan, para pedagang tentu perlu mencari tempat baru.
Trotoar yang sekarang dibangun memiliki fungsi untuk pejalan kaki. Begitu juga saluran air yang sudah ditata tidak semestinya kembali digunakan sebagai tempat berjualan.
Di sisi lain, muncul peluang yang bisa dimanfaatkan oleh warga Blurukidul yang memiliki tanah di sepanjang jalan.
Tanah Warga Bisa Disewakan untuk Tempat Jualan
Bagi warga yang mempunyai halaman luas, tanah kosong, atau lahan di pinggir Jalan Blurukidul, sebagian lahan tersebut mungkin dapat dimanfaatkan sebagai tempat usaha.
Daripada dibiarkan kosong, lahan bisa ditata menjadi beberapa petak kecil yang kemudian disewakan kepada pedagang.
Misalnya, satu lahan dibuat menjadi beberapa tempat untuk gerobak makanan, warung kopi, penjual gorengan, minuman, atau usaha kecil lainnya.
PKL mendapatkan tempat berjualan, sementara pemilik tanah mendapatkan tambahan penghasilan dari lahannya.
Tentu saja, pemanfaatan tanah tersebut harus memperhatikan peruntukan lahan, akses keluar-masuk, kebersihan, serta ketentuan yang berlaku.
Bisa Muncul Sentra Kuliner Kecil
Kalau ada beberapa warga yang memiliki lahan berdekatan dan memiliki gagasan yang sama, bukan tidak mungkin nantinya muncul deretan tempat usaha kecil di sepanjang Jalan Blurukidul.
Tidak perlu langsung besar.
Bisa dimulai dari beberapa petak sederhana.
Yang penting tertata. Ada batas lahannya, ada tempat sampah, tidak mengganggu trotoar, tidak menutup saluran air dan tidak mengambil ruang badan jalan.
Kalau dikelola bersama, tempat tersebut bahkan bisa menjadi semacam sentra kuliner kecil Blurukidul.
Warga pemilik tanah memperoleh pemasukan. Pedagang mempunyai tempat yang lebih jelas. Warga sekitar juga mendapatkan pilihan tempat untuk membeli makanan atau minuman.
Penataan Jalan Jangan Mematikan Ekonomi Warga
Pembangunan jalan tentu membawa perubahan. Tetapi perubahan infrastruktur tidak harus berarti kegiatan ekonomi warga ikut hilang.
Yang perlu berubah adalah tempat dan cara berjualannya.
Kalau sebelumnya pedagang memanfaatkan ruang di atas saluran air, setelah saluran diperbaiki dan trotoar dibangun, kegiatan tersebut bisa dipindahkan ke tempat yang memang diperuntukkan sebagai ruang usaha.
Di sinilah tanah warga bisa mengambil peran.
Bukan dengan mengembalikan PKL ke trotoar, tetapi dengan menyediakan ruang alternatif di lahan yang sesuai.
Peluang yang Bisa Dibicarakan Bersama
Gagasan ini tentunya tidak bisa berjalan hanya dari satu pihak.
Pemilik tanah, pedagang, dan pihak terkait bisa duduk bersama membicarakan kemungkinan penyediaan tempat usaha bagi PKL.
Misalnya, menentukan lokasi yang memungkinkan, ukuran petak, aturan kebersihan, jam operasional, pengelolaan parkir serta mekanisme sewanya.
Dengan demikian, pedagang tidak perlu berebut ruang di trotoar, sementara pemilik tanah juga mempunyai kesempatan mendapatkan manfaat ekonomi dari lahannya.
Jalan Blurukidul yang semakin tertata bisa menjadi awal dari pola baru.
Trotoar untuk pejalan kaki. Saluran untuk air. Jalan untuk kendaraan. Dan tanah warga bisa menjadi ruang bagi kegiatan ekonomi.
Perubahan Jalan Blurukidul akhirnya bukan hanya soal beton dan trotoar, tetapi juga tentang bagaimana warga bisa menemukan peluang baru dari perubahan tersebut.
.jpg)