Merawat Perahu di Galangan Kali Blurukidul



Blurukidul — Senin, 14 September 2026, di tepian Kali Blurukidul, Dusun Rangkah Lor, Desa Blurukidul, sebuah perahu sedang menjalani perbaikan. Di galangan sederhana tersebut, Pak Mat, warga RW 6, mengerjakan perbaikan perahu milik Bu Asnah, yang juga warga RW 6 Blurukidul.

Beberapa bagian perahu diperbaiki dan diperkuat menggunakan kayu jati. Potongan kayu disesuaikan dengan bagian perahu yang membutuhkan penggantian atau penguatan, sebelum nantinya kembali digunakan.

Bagi masyarakat Blurukidul yang tinggal dekat dengan sungai dan perairan, perahu bukan sekadar benda yang berada di tepian kali. Perahu menjadi bagian dari keseharian. Ia digunakan untuk aktivitas nelayan, mengangkut hasil tangkapan, hingga menjadi sarana untuk menuju kawasan perairan di sekitar desa.

Karena itu, merawat perahu menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting. Ketika badan perahu mulai rusak atau ada bagian yang perlu diperkuat, perahu dibawa ke galangan untuk diperbaiki. Kayu dipilih, dipotong, dibentuk, kemudian dipasang kembali agar perahu dapat digunakan dengan baik.

Pemandangan seperti ini mengingatkan bahwa kehidupan masyarakat Blurukidul tidak bisa dilepaskan dari keberadaan air. Kali Blurukidul dan Kali Rangkah Lor menjadi bagian dari ruang hidup warga, terutama mereka yang aktivitasnya berkaitan dengan sungai dan laut.

Di tengah perkembangan desa, suasana seperti ini masih menjadi cerita tersendiri. Tentang warga, sungai, perahu, dan pekerjaan yang diwariskan serta terus dijalani dari hari ke hari.

Sebuah perahu mungkin hanya terlihat sebagai kayu yang dirangkai menjadi badan kapal. Namun bagi pemiliknya, perahu adalah alat untuk mencari penghidupan. Karena itu, ketika perahu diperbaiki, yang sedang dirawat bukan hanya sebuah benda, tetapi juga bagian dari kehidupan keluarga dan aktivitas nelayan Blurukidul.























  • Memuat artikel terbaru...