Rangkaian Nyadran Blurukidul Menuju Kepetingan





Blurukidul — Minggu, 27 September 2026. Nyadran bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang perjalanan yang dilalui bersama. Dari Dermaga Blurukidul, sekitar enam rombongan perahu berangkat menyusuri sungai menuju Kepetingan. Dua di antaranya merupakan rombongan perahu Pemerintah Desa Blurukidul, yang turut mengikuti rangkaian tradisi Nyadran.

Perjalanan tersebut didokumentasikan dalam enam bagian, mulai dari persiapan di dermaga, perjalanan menyusuri sungai, hingga kembali pulang ke Blurukidul.

Part 1 — Persiapan di Dermaga Blurukidul


Perjalanan dimulai dari Dermaga Blurukidul. Sekitar pukul 05.00 pagi, rombongan mulai berkumpul dan mempersiapkan berbagai keperluan untuk perjalanan menuju Kepetingan.

Tumpeng dibawa ke perahu. Sambil menunggu seluruh persiapan selesai, suasana dermaga menjadi bagian awal dari perjalanan yang akan ditempuh.

Sebelum berangkat menuju Kepetingan, rombongan terlebih dahulu berkumpul untuk memanjatkan doa bersama. Doa menjadi pembuka perjalanan, memohon kelancaran dan keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke Blurukidul.

Dari sinilah perjalanan Nyadran dimulai.







Part 2 — Berangkat dari Dermaga Blurukidul


Setelah seluruh persiapan selesai, perahu mulai meninggalkan Dermaga Blurukidul.

Perlahan perahu bergerak mengikuti aliran sungai. Perahu meninggalkan dermaga, sementara perjalanan menuju Kepetingan mulai terbentang di depan.

Suara mesin perahu, hembusan angin, dan riak air menjadi bagian dari perjalanan.

















Part 3 — Perjalanan Menuju Desa Kepetingan


Perjalanan berlanjut menyusuri aliran sungai menuju Kepetingan.

Di sepanjang perjalanan, pemandangan tepian sungai menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pepohonan, air, perahu, serta kehidupan masyarakat di sekitar aliran sungai menjadi gambaran perjalanan menuju kawasan pesisir.

Perjalanan yang ditempuh perlahan memberikan kesempatan untuk menikmati setiap suasana yang dilewati.










Part 4 — Tiba di Kepetingan


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam menyusuri sungai, rombongan akhirnya tiba di Kepetingan.

Perahu merapat dan rombongan bersiap melanjutkan rangkaian kegiatan Nyadran.










Part 5 — Mengirim Doa dan Makan Bersama

Rangkaian Nyadran dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipimpin oleh Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Bluru Permai, Dr. KH. Achmad Hartoyo.

Usai doa bersama, rombongan kemudian melanjutkan dengan makan tumpeng bersama. Prosesi makan tumpeng diawali oleh Kepala Desa Blurukidul Moch. Fatkhur, kemudian dilanjutkan oleh seluruh peserta.

Makan tumpeng bersama menjadi bagian dari kebersamaan dalam rangkaian Nyadran, sekaligus menjadi momen untuk berbagi dan menikmati hidangan yang telah dibawa dalam perjalanan.











Part 6 — Perjalanan Pulang


Rangkaian Nyadran akhirnya selesai. Rombongan kembali menuju perahu untuk melakukan perjalanan pulang.

Perahu kembali menyusuri aliran sungai, kali ini dengan arah menuju Blurukidul.

Perjalanan pulang menjadi bagian terakhir dari rangkaian ini. Dari Dermaga Blurukidul menuju Kepetingan, mengirim doa, makan bersama, lalu kembali menyusuri sungai menuju rumah.

Sebuah perjalanan yang bukan hanya meninggalkan rekaman gambar, tetapi juga cerita tentang kebersamaan dan perjalanan.
















  • Memuat artikel terbaru...