
Blurukidul — Kondisi jembatan Jalan Lingkar Timur yang melintas di atas Kali Blurukidul menjadi perhatian bagi nelayan dan pengguna perahu. Jarak antara permukaan air dengan bagian bawah jembatan cukup rendah, terutama ketika permukaan air sedang naik.
Saat air kali surut, seperti terlihat dalam foto, kepala orang yang duduk di atas perahu bahkan hampir menyentuh bagian bawah konstruksi jembatan ketika perahu melintas.
Kondisi tersebut menjadi semakin sulit ketika permukaan air naik. Perahu yang berangkat dari Dermaga Blurukidul tidak dapat melewati bagian bawah jembatan karena ruang lintasan menjadi semakin sempit.
Bagi nelayan, kondisi ini juga diperhatikan ketika hujan turun dan permukaan air mulai meningkat. Untuk mengantisipasi perahu terjebak di sisi barat jembatan, perahu biasanya dipindahkan terlebih dahulu ke sisi timur sebelum ketinggian air bertambah.
Keberadaan jembatan memang menjadi bagian penting dari akses transportasi darat. Namun, di sisi lain, ketinggian ruang di bawahnya turut memengaruhi aktivitas perahu yang selama ini menggunakan aliran Kali Blurukidul sebagai jalur pergerakan.
.jpg)